Senin, 15 Februari 2016

Laporan Pertanggungjawaban Action 12 dan 13

Teman-teman, inilah laporan pertanggungjawaban action 12 (periode Oktober-Desember 2015):




Kemudian, inilah laporanpertanggungjawaban action 13 (periode Januari-Maret 2016)


Alhamdulillah sampai hari ini @Smadhapeduli masih eksis dan lancar jaya. Semoga kita bisa lanjut terus ya. Amin. Untuk sumbangan tulisan atau foto atau apalah-apalah bisa kok dikirim ke smaduapeduli@gmail.com.

Untuk saldo kita hari ini Rp16.412.962 :



Kamis, 05 November 2015

Laporan Pertanggungjawaban Action 11


Bismillahirrahmaanirahiim,

Assalamu alaikum, Wr. Wb.
Alhamdulillah berkat bantuan teman-teman dan donatur SMADHA Peduli, kami telah melaksanakan amanah teman-teman dengan tandanya penyerahan beasiswa periode Juli - September 2015-2016. Jumlah adik asuh yang kita berikan beasiswa adalah sejumlah lima orang. Berikut ini daftar penerima beasiswa Smadha Peduli action 11:


Semoga sumbangsih teman-teman dan para donatur mendapat pahala dan ganjaran setimpal dari Allah swt.

Wassalamu alaikum, Wr. Wb.

@Smadhapeduli

Sabtu, 22 Agustus 2015

Lembaran Baru : Action 11

Alhamdulillah mulai tahun ajaran 2015/2016 kita diberi kesempatan untuk menambah satu adik asuh. Akhirnya jumlah adikasuh kita adalah : lima orang, Yeay... semoga setiap tahun bisa bertambah terus ya.



Sisa saldo kita:


Oh iya, kami menunggu partisipasi kamu ya.... bisa juga berpartisipasi melalui tulisan untuk blog ini, atau ide kreatif yang lain biar kita nggak bosan.... dan biar donasi mengalir deras. Hehehe...
Berkah untuk kita semua. Amin!

Laporan Pertanggungjawaban Action 10

Action 10 (Periode April-Juni 2015) merupakan periode penerimaan beasiswa terakhir bagi tiga adik asuh kita karena mereka akan menjadi mahasiswa baru pada tahun ajaran 2015/2016.


Kami mendapatkan info dari Bu Haryanti bahwa ketiga adik asuh kita sudah diterima di perguruan tinggi negeri. Ilham diterima di Unsoed, Riska diterima di UNY, dan Kemal diterima di UNS. Salah satu dari mereka yakni Kemal diterima melalui jalur SNMPTN Undangan.



Salam.
@SmadhaPeduli

Jumat, 17 Juli 2015

LPJ Tahunan : 30 Bulan untuk Smadha Peduli

Atas rida Allah Swt. Alhamdulillah usia kita sudah mencapai 30 bulan. Usia 30 bulan bagi sebuah komunitas kecil dan non-formal seperti kita tentu sebuah capaian yang cukup gemilang. Tidak berat menghidupi Smadha Peduli, tapi juga bukan urusan yang remeh. Doa dan syukur senantiasa kami panjatkan pada para donatur dan relawan yang dengan tulus hati menghidupi Smadha Peduli.


Saldo hari ini (18 Juli 2015) :



Selasa, 23 Juni 2015

Salam dari Rizka



Adikku, prestasi tertinggi kamu bukanlah diterima di universitas yang terkemuka, melainkan bagaimana dirimu bisa bermanfaat bagi orang lain.

Selamat Dik, raihlah cita-citamu.

Selasa, 10 Maret 2015

Cita-Cita



Pada kunjungan kami kali kesembilan untuk menuntaskan misi yang diberi judul action (n. gerakan/tindakan). Terlalu berlebihan mungkin? Semoga bukanlah sekadar psudokata. Istilah action lahir dari persepsi kami yang berlandaskan tiga hal: silaturahmi dengan bapak dan ibu guru, menyalurkan dana, dan berbincang dengan adik-adik tercinta.  Untuk saat ini mungkin pembahasan istilah belum menjadi hal yang krusial. Namun, esensi action itulah yang tiba-tiba muncul dibenak kami. Pantaskah bila benar-benar disebut action?
Setiap kami melaksanakan action –yang mungkin lebih tepat disebut silaturahmi-, biasanya kami laksanakan setiap tiga bulan sekali. Ya, satu periode action kami putuskan untuk dilakukan selama tiga bulan dengan alasan antisipasi dana (hehe). Maklumlah, selama ini dana yang masuk ke rekening @Smadhapeduli adalah dana sukarela yang dikirim oleh para anonim-anonim yang berhati cahaya (ceile). Mau tidak mau, kami harus selalu jaga-jaga agar pundi-pundi rupiah dalam rekening kami tetap “aman” untuk keberlanjutan eksistensi @Smadhapeduli.
Prosedur ritual rutin yang biasa kami lakukan yakni mengirim pesan singkat pada Bu Restu atau Bu Yuni untuk mengabarkan kedatangan kami. Setelah itu beliau-beliau para guru yang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa membuatkan format tanda terima beasiswa untuk kami. Tanda terima itu yang akan ditandatangani oleh para adik tercinta dan bapak kepala sekolah sebagai bukti keabsahan action kami.
Pada action kesembilan, kami bertemu dengan keempat adik-adik tercinta. Sebelumnya kami dipersilakan masuk oleh Bu Haryati, kami duduk di ruang BK dan sekilas mengenang masa lalu. Masa lalu yang kelam (kalau ke ruang BK kan dulu dipanggil gara-gara warna seragam identitas yang nyeleneh eh malah curcol). Alhamdulillah kini keadaan sudah berbeda, kami yakin teman-teman sudah menjadi orang hebat yang bisa dengan gagah melangkahkan kaki ke ruang BK untuk memberi motivasi pada adik-adik bahwa kita bisa kok terbebas dari liang remidi heheu, ngelantur ya? #PLAK.
Baiklah, mari kembali ke jalan yang benar.
Sebenarnya Ruang BK itu bukanlah ruang yang horor, di sanalah kami bertemu kepedulian yang menjadi barang langka di tengah era yang katanya carut-marut ini. Di sanalah kami percaya bahwa kepedulian dan kejujuran itu masih ada. Kami bertemu binar mata yang jernih dan penuh harap. Keempat harapan kami. Harapan untuk meraih cita-cita. Sebuah doa bahwa esok hari adalah harapan untuk cerita baru.
“Jadilah penangkap mimpi, Nak,” kata kami. Kami berbincang apa saja dengan mereka. Tentang hidup. Tentang harapan. Tentang cita-cita. Dengan berbinar, mereka bercerita tentang mimpi-mimpinya. Ada yang ingin menjadi teknisi, akuntan, dokter, dan lain-lain. “Aaah, tidak ada yang bisa menghalangi kalian untuk bercita-cita dan mewujudkannya, Nak.”

Admin @SmadhaPeduli